kisah si orang bingung
Posted by si iwan on Januari 15th, 2009
Jam di kantor menunjukkan pukul 14.15, semua karyawan di ruangan saya masih asyik dengan kesibukannya masing-masing. Tiba-tiba pintu darurat terbuka, sesosok orang tak dikenal masuk, dengan muka bingung dia bertanya ke teman saya
Orang Bingung (OB) : Mbak, saya mau ketemu pak Joni (bukan nama sebenarnya)
Teman Saya (TS) : Pak Joni? Disini ga ada yang namanya pak Joni mas
OB : Katanya di lantai 2 mbak
TS : Ada yang kenal pak Joni ngga? (sambil nanya ke teman yang lain di ruangan)
TS : Ngga ada tuh pak, emang bapak mo ketemu orang dari PT ABC?
OB : Bukan, PT DEF
TS : Ini kan gedung PT ABC pak…
Akhirnya si Orang Bingung pun tersipu malu dan langsung keluar lewat pintu darurat.
Sekedar informasi, pintu darurat di kantor saya yang menuju keluar memang bisa dibuka dari luar, jadi banyak karyawan yang lewat pintu darurat sebagai jalan pintas kalau mau ke atau dari warung belakang, daripada muter lewat pintu depan. Terutama bagi karyawan di lantai 1 dan 2.
Beberapa waktu yang lalu, pintu keluar yang melalui pintu darurat sempat dikunci oleh petugas keamanan, gara-garanya ada laptop yang hilang di kantor, jadi pintu itu dikunci supaya ngga sembarang orang masuk. Tentu saja karyawan yang biasa jajan dan nongkrong di belakang sedikit mengeluh, tapi apa boleh buat, demi keamanan bersama. Namun seiring berjalannya waktu, kasus hilangnya laptop sudah mulai dilupakan, dan akhirnya pintu tersebut kembali dibuka, dan orang-orang pun mulai mengaktifkan pintu itu sebagai jalan pintas.
Nah, gara-gara insiden orang bingung tadi, beberapa karyawan di ruangan saya pun mulai mengeluarkan pertanyaan standar yang ditanyakan jika ada orang asing masuk ke ruangan dengan bebas “gimana kalo ada orang masuk dari situ pas ruangan kosong?”. Salah seorang karyawan spontan menghubungi bagian umum, menanyakan tentang bebasnya orang keluar masuk lewat pintu darurat. Tidak berapa lama, petugas keamanan gedung menelpon nomor ekstension teman saya, menanyakan detil kejadiannya. Kejadian selanjutnya pun mudah ditebak, pasti pintu darurat itu akan ditutup lagi
Yah, beginilah kebiasaan kita, kalau bikin peraturan cuman tegas di awalnya saja, kalau ada kejadian aja baru tegas, selebihnya ya adem ayem. Hangat hangat tai ayam. Lihat saja perda tentang merokok sembarangan, sanksi kendaraan diderek atau dikunci rodanya kalau parkir sembarangan, semuanya hanya heboh diawal, lama2 juga pada lupa. Akhirnya, peraturannya jadi tidak berguna.
Kalau begini ceritanya, saya harus lebih hati-hati nih naro barang berharga di kantor, karena ngga lama lagi, mungkin pintu daruratnya akan bebas dilalui lagi, dan akan ada orang bingung lainnya yang nyasar ke ruangan saya, atau orang pura-pura bingung yang ternyata maling,,hiii…..
Posted in Uncategorized | 3 Comments »