lamunan sore

ngelamun, merenung, berimajinasi

  •  

    September 2010
    S S R K J S M
    « Jan    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • Arsip

kisah si orang bingung

Posted by si iwan on Januari 15th, 2009

Jam di kantor menunjukkan pukul 14.15, semua karyawan di ruangan saya masih asyik dengan kesibukannya masing-masing. Tiba-tiba pintu darurat terbuka, sesosok orang tak dikenal masuk, dengan muka bingung dia bertanya ke teman saya

Orang Bingung (OB) : Mbak, saya mau ketemu pak Joni (bukan nama sebenarnya)
Teman Saya (TS) : Pak Joni? Disini ga ada yang namanya pak Joni mas
OB : Katanya di lantai 2 mbak
TS : Ada yang kenal pak Joni ngga? (sambil nanya ke teman yang lain di ruangan)
TS : Ngga ada tuh pak, emang bapak mo ketemu orang dari PT ABC?
OB : Bukan, PT DEF
TS : Ini kan gedung PT ABC pak…

Akhirnya si Orang Bingung pun tersipu malu dan langsung keluar lewat pintu darurat.

Sekedar informasi, pintu darurat di kantor saya yang menuju keluar memang bisa dibuka dari luar, jadi banyak karyawan yang lewat pintu darurat sebagai jalan pintas kalau mau ke atau dari warung belakang, daripada muter lewat pintu depan. Terutama bagi karyawan di lantai 1 dan 2.

Beberapa waktu yang lalu, pintu keluar yang melalui pintu darurat sempat dikunci oleh petugas keamanan, gara-garanya ada laptop yang hilang di kantor, jadi pintu itu dikunci supaya ngga sembarang orang masuk. Tentu saja karyawan yang biasa jajan dan nongkrong di belakang sedikit mengeluh, tapi apa boleh buat, demi keamanan bersama. Namun seiring berjalannya waktu, kasus hilangnya laptop sudah mulai dilupakan, dan akhirnya pintu tersebut kembali dibuka, dan orang-orang pun mulai mengaktifkan pintu itu sebagai jalan pintas.

Nah, gara-gara insiden orang bingung tadi, beberapa karyawan di ruangan saya pun mulai mengeluarkan pertanyaan standar yang ditanyakan jika ada orang asing masuk ke ruangan dengan bebas “gimana kalo ada orang masuk dari situ pas ruangan kosong?”. Salah seorang karyawan spontan menghubungi bagian umum, menanyakan tentang bebasnya orang keluar masuk lewat pintu darurat. Tidak berapa lama, petugas keamanan gedung menelpon nomor ekstension teman saya, menanyakan detil kejadiannya. Kejadian selanjutnya pun mudah ditebak, pasti pintu darurat itu akan ditutup lagi

Yah, beginilah kebiasaan kita, kalau bikin peraturan cuman tegas di awalnya saja, kalau ada kejadian aja baru tegas, selebihnya ya adem ayem. Hangat hangat tai ayam. Lihat saja perda tentang merokok sembarangan, sanksi kendaraan diderek atau dikunci rodanya kalau parkir sembarangan, semuanya hanya heboh diawal, lama2 juga pada lupa. Akhirnya, peraturannya jadi tidak berguna.

Kalau begini ceritanya, saya harus lebih hati-hati nih naro barang berharga di kantor, karena ngga lama lagi, mungkin pintu daruratnya akan bebas dilalui lagi, dan akan ada orang bingung lainnya yang nyasar ke ruangan saya, atau orang pura-pura bingung yang ternyata maling,,hiii…..

Posted in Uncategorized | 3 Comments »

urusan toilet

Posted by si iwan on Januari 9th, 2009

“Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”

Pernah mendengar peribahasa diatas? Pasti pernah dong, setidak-tidaknya pada pelajaran bahasa indonesia di SD pasti kita pernah belajar tentang peribahasa tersebut. Arti dari peribahasa tersebut kurang lebih adalah, kalau guru melakukan hal yang buruk, murid akan melakukan hal yang lebih buruk dari yang dicontohkan sang guru.

Tidak, saya disini tidak akan membahas tentang peribahasa tersebut, pun saya tidak akan membahas tentang memberi contoh yang baik kepada orang lain, sesuai dengan makna peribahasa tersebut. Yang akan saya bahas disini tidak jauh dari urusan toilet. Ya, toilet…

Selama ini, hasil pengamatan saya di toilet-toilet, entah di pusat perbelanjaan, perkantoran, atau bahkan di sekolah, pasti ada tempat untuk kencing sambil berdiri. Di toilet pria tentu saja. Padahal dalam peribahasa yang disebutkan diatas, kencing berdiri yang dilakukan oleh guru, diartikan sebagai tindakan buruk, yang pada akhirnya akan ditiru oleh para murid dengan tindakan yang lebih buruk, kencing sambil berlari. Lalu, kenapa kencing berdiri jadi hal yang biasa dilakukan? Apa ngga takut bakal banyak murid yang kencing sambil berlari?

Dalam ajaran Islam, dapat kita temukan di hadits bahwa Rasulullah mencontohkan kencing sambil duduk/jongkok, dan sebagai orang yang ingin menjalankan Islam secara sebenar-benarnya, sudah tentu kita harus mengikuti sunah Rasul, tidak kencing sambil berdiri.

Kalau mau alasan ilmiah pun juga ada. Teman saya waktu kuliah dulu pernah memberitahu saya bahwa kencing sambil berdiri merupakan salah satu penyebab kencing batu. Mengapa bisa begitu? Karena kalau kita kencing sambil berdiri, tidak semua urin yang harusnya dikeluarkan dapat dikeluarkan. Tidak percaya? Coba saja setelah anda kencing sambil berdiri, anda duduk/jongkok di toilet yang tersedia, pasti masih ada urin yang keluar. Nah urin yang tersisa inilah yang lama kelamaan bisa menyebabkan adanya batu ginjal. Jadi sudah tentu sebaiknya kita kencing sambil duduk/jongkok.

Lalu kenapa kita masih sering kencing sambil berdiri? Biar lebih ringkas kali ya, kalo di toilet duduk/jongkok kan repot, belum lagi biasanya yang make toilet duduk/jongkok itu orang yang buang air besar, jadi nunggunya lama, belum lagi kalo antri, waduh bisa gawat. Yaa, mungkin kalau kondisinya udah darurat banget gapapa kali ya kencing sambil berdiri, tapi kalau tidak darurat, ga ada salahnya lah kita menunggu supaya bisa kencing sambil duduk/jongkok. Lebih banyak manfaatnya daripada mudharotnya…

Posted in Uncategorized | No Comments »

for my lovely knaya..

Posted by si iwan on Januari 8th, 2009

i just wanna say i love you
i just wanna say i love you
i just wanna say i love you
i just wanna say i love you
i just wanna say i love you

i just wanna say i love you

love you knay..
always…

Posted in Uncategorized | 2 Comments »

mending sibuk apa nganggur?

Posted by si iwan on Januari 7th, 2009

Waktu sekolah dulu, bagi saya jam pelajaran yang paling mengasyikkan adalah jam pelajaran kosong, yaitu ketika gurunya berhalangan hadir (jangan ditiru ya, hehe). Rasanya asyik dapet jam istirahat tambahan, bisa maen bola, maen ping-pong, atawa sekedar makan minum di kantin sambil kongkow-kongkow. Tapi coba saja kalo ternyata jam pelajaran yang kosong itu dua atau tiga pelajaran berturut-turut, pasti bosen, bingung mo ngapain, akhirnya tidur-tiduran di kelas, malah kepengen pulang aja sekalian. Ujung-ujungnya malah kepengen gurunya masuk, biar ada kerjaan.

Fenomena yang sama saya alami di tempat kerja saya sekarang. Pada saat lagi banyak-banyaknya kerjaan, saat yang paling dinanti adalah ketika kerjaan yang menumpuk sudah selesai, sehingga ada waktu santai di kantor, untuk sekedar surfing, blogwalking, atau baca koran. Tapi coba bayangkan kalau waktu santainya kebanyakan, alias nganggur di kantor, karena kerjaan sudah selesai dan belum ada kerjaan baru lagi. Pusing! Mo ngapain juga bingung. Merasa tak berguna, merasa potensi yang dimiliki disia-siakan (ceileh),,,

Idealnya memang, kalau sedang tidak ada kerjaan di kantor, hal yang harus dilakukan adalah berinisiatif mencari hal yang dapat dilakukan yang bermanfaat bagi perusahaan. Masalahnya, pekerjaan saya di kantor itu sangat tergantung dengan banyak atau tidaknya proyek. Ketika proyek yang saya handle sudah tinggal menunggu finishing, dan belum ada tanggung jawab baru, maka saya masuk ke periode pengangguran terselubung. Dan untuk mencari proyek baru, itu diluar kewenangan saya, selain saya juga belum memiliki kemampuan dan networking yang cukup untuk mencari proyek baru. Akhirnya yang bisa saya lakukan adalah hanya menunggu proyek baru datang, sambil mencoba mengisi waktu yang ada dengan hal-hal yang kira-kira bisa memberi value added bagi diri saya, seperti membaca buku.

Ternyata memang benar, sesuatu yang menyenangkan pun, kalau berlebihan juga jadi ga enak. Terlalu sibuk pusing, ga ada kerjaan juga ga enak, gimana dong?

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

sebelum jadi tua dan membosankan

Posted by si iwan on Januari 6th, 2009

Libur tahun baru 2009 kemarin, kakak saya yang tugas di Brunei Darussalam datang ke Jakarta. Dan seperti biasanya, kalau kakak saya sedang ke Jakarta, saya kebagian tugas menjadi supir dadakan. Nah, kebetulan pas nganter kakak saya belanja baju di plaza senayan, kami menyempatkan diri mampir di toko buku periplus, toko buku yang menjual koleksi buku impor. Melihat banyaknya koleksi buku impor dengan banyak pilihan tema, rasanya ingin hati beli buku yang banyak, tapi apa daya, dana tak sampai. Jadilah saya hanya merekomendasikan buku yang menurut saya menarik, dan berharap kakak saya mau membelinya.

Akhirnya pilihan kakak saya jatuh pada dua buku, yaitu “book of origin” dan “101 things to do before you old and boring”. Buku yang pertama isinya tentang asal usul dari segala sesuatu, entah asal mula handphone, radio, sampai asal mula kopi diminum, karena pada dasarnya semua hal memang pasti ada asal mulanya. Sedangkan buku yang kedua semacam buku panduan buat anak muda dan orang yang merasa muda untuk melakukan hal-hal yang wajib dilakukan jika tidak ingin dimasa tuanya tidak memiliki hal untuk diceritakan kepada anak cucunya, sehingga menjadi manula yang membosankan.

Menarik juga, karena saya jadi berpikir, apa saja yang sudah saya lakukan selama ini yang kira-kira bisa menjadi topik yang menarik untuk diceritakan di masa tua nanti, karena sampai saat ini saya masih merasa hidup saya datar-datar saja, tidak ada yang menarik untuk diceritakan. Tentu saja tidak harus melakukan hal-hal yang gila dan nakal untuk dapat memiliki sesuatu yang bisa diceritakan. Justru kebanyakan hal yang seru untuk diceritakan adalah pada saat kita melakukan hal yang berarti dan memberikan nilai tambah, baik bagi diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Entah itu membangun bisnis sendiri, aktif dalam organisasi pencinta lingkungan, atau aktivitas bermanfaat lainnya.

Uniknya, salah satu kegiatan diantara 101 kegiatan yang disarankan untuk dilakukan dalam buku itu adalah “make your own blog”. Hmm, benar juga, dengan membikin blog, kita dapat menunjukkan eksistensi kita di dunia maya, mendapat respon dari blogger lain, belum lagi kalau blog kita menjadi referensi orang-orang yang mencari informasi yang berkaitan dengan tema blog kita. Tentunya hal ini bisa membuat hidup menjadi lebih berwarna, dan pastinya kita bisa menceritakan perjuangan dan petualangan kita membangun dan merawat blog yang kita miliki pada masa tua nanti.

Oleh karena itu, mumpung masih muda, atau masih merasa muda, saya bikin saja blog ini, dengan harapan blog ini dapat mewarnai hidup saya, dan saya nantinya tidak menjadi orang tua yang membosankan. Makanya, rajin-rajinlah mampir ke blog ini dan memberi komentar, supaya saya juga tetap termotivasi untuk terus menulis.

Salam kenal…

Posted in Uncategorized | 1 Comment »